I Love Her

ANIME AIKATSU

THUNDERSTROM

5 power

NAME IS BLOG

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label War Movies. Show all posts
Showing posts with label War Movies. Show all posts

Friday, June 9, 2017

WONDER WOMAN (2017) HDTS+SUB INDO




Released
2 June 2017 (USA)

Country
USA | China | Hong Kong

Language
English | German

Genres
Action | Adventure | Fantasy | Sci-Fi | War

Director
Patty Jenkins

Writers
Allan Heinberg (screenplay), Zack Snyder (story by) | 3 more credits »

Starcast
Gal GadotChris PineRobin Wright | See full cast & crew »

Rating
Wonder Woman (2017) on IMDb
Review:
Cukup mengherankan untuk melihat baik DC Films maupun Marvel Studios (atau rumah produksi Hollywood lainnya) membutuhkan waktu yang cukup lama untuk akhirnya menggarap sebuah film pahlawan super dengan sosok karakter wanita berada di barisan terdepan. Terlebih, film-film bertema pahlawan super tersebut saat ini sedang begitu digemari oleh banyak penikmat film sehingga mampu mendatangkan jutaan penonton – khususnya para penonton wanita. Marvel Studios sebenarnya memiliki kesempatan tersebut ketika mereka memperkenalkan karakter Black Widow yang diperankan Scarlett Johansson pada Iron Man 2 (Jon Favreau, 2010) dan The Avengers (Joss Whedon, 2012) yang akhirnya kemudian begitu mencuri perhatian. Entah karena masih kurang percaya diri atau merasa karakter Black Widow belum terlalu menjual, ide pembuatan film solo untuk Black Widow akhirnya terkubur dalam hingga saat ini. Johansson sendiri kemudian mampu membuktikan nilai jualnya ketika ia membintangi Lucy (Luc Besson, 2014), Under the Skin (Jonathan Glazer, 2014), dan Ghost in the Shell (Rupert Sanders, 2017) yang menempatkannya sebagai semacam sosok pahlawan super wanita sekaligus berhasil meraih kesuksesan secara komersial ketika masa perilisannya.
Well… Marvel Studios had their chances and ruined it. Pada tahun 2010, studio pesaingnya, DC Films – yang film-film pahlawan supernya selama ini seringkali menjadi bulan-bulanan para kritikus film dunia selepas trilogi The Dark Knight (2005 – 2012) arahan Christopher Nolan – mengumumkan bahwa mereka akan memproduksi adaptasi film layar lebar dari Wonder Woman. Setelah mengumumkan bahwa Patty Jenkins (Monster, 2003) akan duduk di kursi penyutradaraan dan Gal Gadot (Fast and Furious 6, 2013) akan berperan sebagai karakter ikonik Diana Prince/Wonder Woman, DC Films kemudian secara resmi memulai proses produksi film di tahun 2015. Reputasi film-film pahlawan super milik DC Films sempat membayangi sekaligus memberikan keraguan pada Wonder Woman. Namun, dengan naskah cerita yang solid dari Allan Heinberg, penampilan yang begitu mengikat dari Gadot sekaligus arahan yang sangat kuat dari Jenkins, Wonder Woman mampu menentang segala ekspektasi terhadapnya. Tidak hanya menjadi film terbaik DC Films semenjak The Dark Knight (Nolan, 2008), Wonder Woman adalah salah satu film pahlawan super terbaik yang pernah dirilis Hollywood hingga saat ini.
Dibuka dengan cuplikan adegan yang sempat muncul dalam Batman v Superman: Dawn of Justice (Zack Snyder, 2016) – dimana DC Films menghadirkan karakter Diana Prince/Wonder Woman untuk pertama kali, Jenkins memulai Wonder Woman dengan mengajak penonton berkenalan dengan asal usul sang wanita ajaib tersebut. Merupakan puteri dari penguasa kepulauan Themyscira yang merupakan tempat tinggal bagi kaum Amazon, Queen Hippolyta (Connie Nielsen), perkenalan Diana (Gadot) dengan seorang kapten Angkatan Darat Amerika Serikat, Steve Trevor (Chris Pine), kemudian membawanya bertualang jauh dari tanah kelahirannya. Dari informasi yang diberikan Steve Trevor, Diana mengetahui bahwa dunia sedang menghadapi perang besar yang telah merenggut jutaan nyawa manusia. Merasa bahwa peperangan tersebut disebabkan oleh Ares sang Dewa Perang, dan sebagai kaum Amazon yang bertugas untuk menundukkan Ares, Diana lantas bergabung dengan Steve Trevor dan pasukannya demi menghentikan peperangan.
Penampilan Gadot merupakan kunci mengapa karakter Diana Prince/Wonder Woman tampil begitu memikat. Seperti halnya Hugh Jackman yang memerankan James Howlett/Logan/Wolverine atau Robert Downey, Jr. yang memerankan Tony Stark/Iron Man atau Chris Evans yang memerankan Steve Rogers/Captain America, Gadot jelas terlahir untuk memerankan Diana Prince/Wonder Woman. Tidak seperti Black Widow yang tampil seduktif, Diana Prince/Wonder Woman adalah sosok pahlawan super dengan kepribadian yang terasa begitu lugu – mungkin dapat dideskripsikan sebagai versi wanita dari Steve Rogers/Captain America. Gadot mampu merepresentasikan gambaran tersebut dengan kuat. Meskipun dengan penampilan fisik yang sempurna – dan sentuhan lip gloss yang setiap melapisi bibirnya, kharisma Gadot mampu menjadikan karakter yang ia perankan terasa masih begitu membumi, hangat, dan mudah didekati siapa saja. Deskripsi penampilan yang jelas membuat baik Gadot maupun Diana Prince/Wonder Woman akan sangat mudah untuk disukai atau dicintai atau bahkan diidolai oleh siapa saja.
Tentu saja, penampilan Gadot juga merupakan hasil dari pengarahan yang sangat mengagumkan dari Jenkins. Merupakan film kedua Jenkins setelah Monster yang berhasil memenangkan Charlize Theron sebuah Academy Award, Wonder Woman hadir dengan kekuatan penceritaan dan teknikal layaknya film-film bertema sama arahan para sutradara pria namun dengan sentuhan sensitivitas seorang wanita. Kelebihan tersebut begitu terasa pada kemampuan Jenkins untuk menonjolkan kepribadian setiap karakter yang hadir dalam jalan cerita dan membuat kehadiran mereka terasa begitu esensial, bahkan bagi karakter-karakter dengan jalinan kisah yang minimalis. Hal ini yang membuat pertarungan akhir yang dihadapi Diana Prince/Wonder Woman terasa lebih sebagai sebuah pertarungan ideologis antara dua karakter daripada sebagai sebuah pertarungan untuk menggelorakan penggunaan tata efek visual yang melelahkan seperti yang terjadi dalam adegan pertarungan final pada Batman v Superman: Dawn of Justice.
Perjalanan pengisahan Wonder Woman sendiri bukannya hadir tanpa permasalahan. Dengan karakter Diana Prince/Wonder Woman yang begitu mempesona, karakter-karakter antagonis dalam film ini seringkali terasa kurang begitu memorable. Begitu pula dengan karakter-karakter pendukung yang hadir di sekitaran Diana Prince/Wonder Woman maupun Steve Trevor. Paruh kedua dan ketiga pengisahan film juga memiliki beberapa masalah. Setelah deretan pengenalan karakter dan konflik pada paruh pertama, paruh kedua terasa sedikit hambar dalam pengelolaan ceritanya – meskipun mampu menggali kedalaman hubungan karakter Diana Prince/Wonder Woman dengan Steve Rogers dengan baik. Paruh ketiga yang berisi penyelesaian deretan konflik yang telah dikembangkan pada paruh-paruh pengisahan sebelumnya juga sempat terasa goyah pada beberapa bagian. Meskipun begitu, kelemahan-kelemahan minor tersebut untungnya tidak akan mengurangi kualitas pengisahan Wonder Woman secara keseluruhan yang mampu diproduksi dengan apik.
Berbicara mengenai departemen akting, penampilan Pine sebagai Steve Trevor mampu mendampingi penampilan Gadot dengan baik. Chemistry­-nya yang sangat hangat dengan Gadot membuat hubungan mereka terlihat begitu manis. Chemistry itu pula yang kemudian berhasil menyumbangkan beberapa momen emosional dalam presentasi cerita Wonder Woman. Selain Pine, penampilan-penampilan pendukung dalam film ini hadir dalam kualitas yang solid. Mulai penampilan dari Nielsen dan Robin Wright sebagai dua sosok wanita terdekat bagi karakter Diana Prince/Wonder Woman, David Thewlis, David Huston, Elena Anaya hingga Lucy Davis yang kerap kali berhasil mencuri perhatian. Kualitas penampilan departemen akting yang unggul tersebut yang kemudian berhasil semakin membuat Wonder Woman hadir begitu istimewa. Sebuah pencapaian yang jelas memberikan standar baru (yang cukup tinggi) bagi film-film pahlawan super wanita di masa yang akan datang. An instant classic!

LINK DIJAMIN BISA KARNA SUDAH DIUJI OLEH ADMIN 
FILE SIZE= 348MB
FORMATMP4
LINK
Subtitle: hdts.wonderwoman.2017.zip | More
Bahasa: Indonesia
Format: SUB & SRT
Subtitle By: unickunru

Sunday, August 14, 2016

Sniper: Ghost Shooter (2016) WEB-DL+Subtitle Indonesia

sniperghost-shooter-2016.jpg
movieinfo.png
Released
2 August 2016 (USA)
CountryUSA
Language
English
Genres
Action | Drama | War
Director
Don Michael Paul
Writer
Chris Hauty
Starcast
Billy Zane, Chad Michael Collins, Dennis Haysbert | See full cast & crew »
Rating
imdb-icon.gif5.4/10

Sinopsis:

Film Sniper: Ghost Shooter ini akan menceritakan tentang sniper kelas atas bernama Brandon Beckett (Chad Michael Collins) bersama rekannya Richard Milner (Billy Zane) dan mereka mendapatkan tugas baru. Namun tidak seperti film-film sebelumnya mereka memerangi penjahat dari berbagai kelompok lain, kali ini segalanya serba abu-abu untuk kedua penembak jitu tersebut.

Brandon Beckett dan Richard Milner terancam berhadapan dengan musuh-musuh yang lebih ganas yang tidak tertandingi. Misi terbaru membawa Brandon Beckett, Richard Milner serta sekelompok penembak jitu lain untuk terbang ke Black Sea. Misinya sederhana saja: Saluan pipa gas Trans Jordan rupanya tengah terancam dengan pernyataan kelompok terorois yang siap menyerang kelompok militan teroris tersebut, namun juga pengamanan dari udara yang ditingkatkan.

PMT Eye disebutkan mengawasi dan mengawal mereka semua dari udara. Yang tak terduga, ditengah peperangan salah satu penembak jitu justru berhasil dilumpuhkan. Penyelidikan atas terbunuhnya satu orang sniper tersebut mengarah pada semua nama yaitu ghost shooter. Ghost Sniper yang mengetahui secara pasti dan jelas dimana posisi hingga rencana mereka. Siapakah sebenarnya musuh mereka?

1469205063823.jpg

fb5b13_bd1f6291fdc34b798fdce57dc6a3bf6e_

sniper.jpg

banner-appwal.jpg

Download Film Sniper: Ghost Shooter (2016) WEB-DL Subtitle Indonesia MP4 High Quality:
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 360p
Durasi: 1 Jam - 39 Menit - 08 Detik
Ukuran: 287 mb
SS:
sniperghststr16_DLrmcmv_mp4_thumbs_2016_

Download Single Link:
download-button.gif
[USERCLOUD]
[TUSFILES]
[UPFILE]
[UPLOAD]
[SOLIDFILES]
[UPPIT]


Subtitle: dl-sniperghststr-2016.zip | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By:broth3rmax



Thursday, June 16, 2016

Whiskey Tango Foxtrot (2016) BluRay+Subtitle Indonesia

whiskey-tango-foxtrot.jpg
movieinfo.png
Released
4 March 2016 (USA)
CountryUSA
Language
English
Genre
Comedy | War
Directors
Glenn Ficarra, John Requa
Writers
Robert Carlock (screenplay), Kim Barker (based on the book "The Taliban Shuffle: Strange Days in Afghanistan and Pakistan" by)
Starcast
Tina Fey, Margot Robbie, Martin Freeman | See full cast & crew »
Rating
imdb-icon.gif6.9/10

Review Sinopsis:

Begitu banyak hal menarik yang dapat “dimanfaatkan” dari proses mencari, meliput, serta memproduksi berita yang dilakukan oleh wartawan, bukan hanya dari proses bagaimana berita itu diperoleh, dibentuk, hingga disajikan kepada penonton namun terdapa sisi kecil lain yang tidak kalah menarik. Contohnya seperti bagaimana mereka membangun pendekatan dengan sumber informasi, menjaga hubungan dengan orang-orang “penting” di sekitar, hingga bagaimana usaha mereka bertahan hidup untuk dapat kembali pulang ke kasur kesayangan mereka di rumah. Whiskey Tango Foxtrot (mari singkat saja menjadi WTF) mencoba membawa penonton merasakan pengalaman jurnalistik tersebut dalam perpaduan drama dan komedi, seperti sebuah soft drinks yang oke.

Akibat rasa kesal terhadap kekasihnya serta pekerjaannya yang jurnalis berita TV bernama Kim Baker (Tina Fey) memanfaatkan sebuah kesempatan untuk menjadi reporter di medan perang. Untuk mendapatkan penyegaran atas kehidupannya yang ia rasa telah macet itu Kim baker terbang ke Kabul untuk melaporkan berita dari garis terdepan Perang Afghanistan. Ternyata tantangan tersebut tidak semudah yang Kim kira, budaya serta adat istiadat memberi kejutan baginya terlebih ia dipaksa terlibat jauh lebih dalam akibat hubungan dengan orang-orang baru di sekitarnya, dari Kolonel Hollanek (Billy Bob Thornton), reporter Tanya Vanderpoel (Margot Robbie), wartawan asal Skotlandia bernama Iain MacKelpie (Martin Freeman), hingga Perdana Menteri Ali Massoud Sadiq (Alfred Molina).

Bukan karena sinopsis melainkan karena pemeran utamanya adalah Tina Fey sehingga di awal mengira bahwa Whiskey Tango Foxtrot akan menjadi sebuah komedi tentang perang di mana Tina Fey melakukan berbagai aksi aneh dan gila andalannya, tapi ternyata WTF lebih “baik” dari perkiraan tadi. Memang hal tadi tetap hadir, Tina Fey dengan cepat menjadikan Kim Baker sebagai sosok buddy bagi penonton, ia adalah wanita yang kita pahami masalah yang ingin ia lepaskan serta keinginan yang ingin ia capai, cara sutradara Glenn Ficarra dan John Requa (I Love You Phillip Morris; Crazy, Stupid, Love) memberikan elemen keras di bagian awal sebagai pendamping proses perkenalan juga baik. Tapi hal yang paling menarik dari WTF adalah ketika kamu menganggap ia akan menjadi komedi yang ringan ternyata ia justru perlahan berubah menjadi kombinasi komedi dan drama dengan rasa satir yang, well, punya isi yang oke.

Whiskey Tango Foxtrot ternyata memiliki niat lain ketimbang sekedar menjadi arena bagi Tina Fey untuk bersenang-senang liar, ia ingin menggambarkan bagaimana wartawan beruang di medan perang lengkap dengan berbagai masalah dari yang terkait dunia jurnalistik hingga di luar itu seperti benturan budaya misalnya. Dari kekacauan hingga interaksi media berita baik itu dengan sesama jurnalis hingga dengan informan, WTF terus bergerak dengan penuh percaya diri di antara drama dan komedi, jadi jangan heran jika kamu akan sering menemukan perpindahan nada di antara keduanya. Sebenarnya hal tersebut tidak hanya memberikan dampak positif di mana screenplay yang di tulis oleh Robert Carlock (30 Rock) menjadi tidak pernah terasa lesu namun juga berpotensi menjadikan nada cerita sulit untuk dicerna. Tapi apakah hal tersebut merupakan masalah besar? Itu masalah, namun tidak besar.

Memang pada akhirnya tidak ada yang dominan di antara dua elemen tadi di WTF, drama tidak begitu kuat, komedi walaupun sering menghasilkan pukulan oke namun secara keseluruhan juga tidak luar biasa. Yang menjadi masalah adalah kekurangan tersebut berhasil diminimalisir dampak merusaknya oleh Glenn Ficarra dan John Requa. Arah cerita memang sesekali terasa tidak jelas namun mereka berhasil menjaga hal-hal ringan seperti lelucon yang segmented untuk mengalahkan minus tadi dan tetap mengikat atensi penonton. Begitupula dengan bahan cerita, banyak isu yang film ini bawa padahal ruang main dan sudut pandang yang ia punya sempit, editing juga tidak begitu baik, tapi menariknya cerita tidak terasa sesak dan menggangu karena sejak awal WTF terhitung berhasil membawa penonton seolah berada di samping Kim Baker dan mengikuti pengalamannya berjuang di tengah-tengah medan perang.

Selain kemampuan Glenn Ficarra dan John Requa mengolah materi agar menghindar dari unsur politik yang terlalu gelap serta mengolah bentrokan budaya menjadi manis, lalu sinematografi yang oke, kinerja cast juga banyak memberikan kontribusi positif. Selain memanfaatkan aspek jurnalistik fokus lain film ini adalah mengamati manusia di medan perang, dan itu cukup berhasil karena ia memiliki banyak karakter menarik. Margot Robbie, Martin Freeman, hingga Alfred Molina berhasil menjadi kompatriot yang pas bagi bintang utama, Tina Fey, mereka berhasil mencuri atensi tanpa mencuri fokus utama. Tina Fey sendiri berhasil menyeimbangkan sisi drama dan komedi dengan baik, performanya terasa terkendali dengan bagian paling menarik adalah kemampuannya membuat Kim Baker punya pesona yang menarik untuk diikuti.

Jika memakai perumpamaan Whiskey Tango Foxtrot ini seperti segelas soft drink, minum dengan rasa manis buatan yang terasa nikmat tapi pada akhirnya tidak memberikan rasa kenyang. Itu pula penyebab mengapa film ini berada di zona yang tidak jelas, ia tidak buruk namun juga tidak sangat menawan, terdapat rasa enjoy yang diperoleh penonton tapi ketika ia berakhir yang tertinggal hanya senyuman bukan tepuk tangan sambil berkata wtf WTF. Jika kamu datang dalam kondisi “lapar” maka kemungkinan kamu akan pulang dengan sedikit rasa kurang puas, namun jika kamu datang dengan perut dalam kondisi yang tidak begitu kosong maka Whiskey Tango Foxtrot aja menjadi sajian yang membuat kamu merasa “kenyang” di akhir cerita. Segmented.
Sumber

Whiskey%2BTango%2BFoxtrot%2B%25282016%25

Whiskey%2BTango%2BFoxtrot%2B%25282016%25

Whiskey%2BTango%2BFoxtrot%2B%25282016%25

banner-appwal.jpg

Download Film Whiskey Tango Foxtrot (2016) BluRay Subtitle Indonesia MP4 High Quality:
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 360p
Durasi: 1 Jam - 51 Menit - 48 Detik
Ukuran: 315 mb
SS:
whiskeytngofx16_BRrmcmv_mp4_thumbs_2016_

Download Single Link:
download-button.gif
[USERCLOUD]
[TUSFILES]
[UPFILE]
[UPLOAD]
[SOLIDFILES]
[UPPIT]

Subtitle: ...wait | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By:

Download Film Whiskey Tango Foxtrot (2016) BluRay Subtitle Indonesia AVI Normal Quality:
File Format : avi
Video Encode: MPEG4 (Xvid)
Audio Encode: MP3 (Mono)
Resolusi: 500x288
Ukuran: 210 mb
SS:
whiskeytngofx16_BRrmcmv_Snapshot.jpg

Download Single Link:
download-button.gif
UC: https://userscloud.com/j1osho5uw1ki
TF: http://www.tusfiles.net/n0b1eapwgjjf
UF: http://sht.io/hoic
UI: http://sht.io/hoid
SF: http://sht.io/hoie
UP: http://uppit.com/fjr6tnqf5vbj


Subtitle: ...wait | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By:


Friday, March 18, 2016

Halo Semua!

Selamat datang di MyWapBlog.com. Ini posting pertama kamu. Editlah atau hapuslah, dan mulailah ngeblog!